Let's Chat
Apa itu Rabboki

Mengenal Apa Itu Rabboki, Jajanan Korea Yang Lezat Ada di Malang

Apa Itu Rabboki – Penggemar drama Korea dan makanan Korea tentu sudah familiar dengan Rabokki, hidangan lezat yang sering tampil dalam drama Korea. Rabokki merupakan street food Korea terkenal yang menggabungkan mie ramen dengan dukboki (tteokbokki), yang juga dikenal sebagai rice cake atau kue beras.

Rabboki ini kini telah bisa dinikmati tanpa perlu mendatangi Korea langsung, di Malang Anda dapat membelinya di Piata Camilan. Tepatnya ada di Mall Olympic lantai tiga, Piata Camilan menciptakan suasana unik dan menarik untuk menikmati Rabboki yang lezat. Tidak hanya Rabboki, Anda juga dapat mencoba toppoki dan ramen dengan konsep self service. Tak perlu khawatir dengan harganya, karena jajanan-jajanan Korea ini dijual dengan harga yang terjangkau. Di mulai dengan tiga ribuan saja untuk gyoza, fish stick, dan lainnya, serta Rabokki yang hanya 25.000 untuk satu porsinya.

Berikut sejarah dan fakta-fakta menarik rabboki yang perlu Anda ketahui. Dan resep mudahnya yang bisa Anda coba.

Sejarah Rabboki

Umumnya, Rabokki dibeli dari penjual kaki lima atau pojangmacha (restoran tenda kecil di atas roda atau warung pinggir jalan). Pada awalnya dikenal sebagai tteok jjim, hidangan ini merupakan rebusan lezat dengan irisan kue beras, daging, telur, dan bumbu, dihidangkan dengan kuah merah kental yang memiliki cita rasa pedas dan manis.

Tteokbokki sendiri memiliki sejarah sebagai hidangan istana kerajaan pada masa dinasti Joseon. Meskipun terdapat beberapa teori mengenai asal-usulnya, menurut sejarah, tteokbokki pertama kali muncul dalam buku masak berjudul Siui Jeongseo pada akhir dinasti Joseon.
Namun, dengan mempertimbangkan bahwa tteok, bahan pokok sajian ini yang juga dikenal sebagai kue beras, telah dibuat bahkan sebelum periode Tiga Kerajaan, dapat disimpulkan bahwa sejarahnya mungkin lebih jauh lama dari perkiraan sebelumnya.

Tteokbokki juga tercatat dalam literatur medis, yakni dalam buku berjudul Shingnyo Chanyo yang ditulis oleh Jeon Sunui pada tahun 1460, seorang petugas medis di dinasti Joseon. Buku ini bertujuan menyembuhkan orang melalui makanan, dan tteokbokki termasuk di antaranya. Selain itu, tteokbokki menjadi bagian dari hidangan istana kerajaan Korea pada masa dinasti Joseon.

Tteokbokki versi modern memiliki warna merah dan rasa pedas, sementara versi aslinya berwarna cokelat dan sederhana, disebut gungjung tteokbokki atau Istana Tteokbokki. Sesuai namanya, gungjung tteokbokki adalah contoh utama masakan haute Korea, menggabungkan tteok, daging, sayuran, dan berbagai bumbu.

Setelah diperkenalkannya gochujang, yaitu pasta pedas Korea yang dihasilkan dari fermentasi cabai dan dipengaruhi oleh Jepang selama dinasti Joseon, tteokbokki mengalami transformasi menjadi berwarna merah dan memiliki cita rasa pedas. Perubahan signifikan ini diyakini terjadi pada tahun 1950-an setelah kemerdekaan Korea.

Pasca Perang Korea, tteokbokki mulai menggunakan gochujang, pasta pedas yang difermentasi dari cabai, bersama dengan otak-otak ikan sebagai tambahan. Beberapa bahan tambahan lainnya yang ditambahkan ke dalam tteokbokki meliputi telur rebus, mandu goreng (pangsit Korea), sosis, ramyeon (yang kemudian berkembang menjadi rabokki/labokki), berbagai jenis sayuran, dan keju.

Saat ini, terdapat berbagai jenis tteokbokki yang populer, seperti seafood tteokbokki atau tteokbokki nasi. Meskipun tteokbokki yang terbuat dari tepung cukup digemari pada masa awal, varian dari beras ketan kini lebih diminati. Tteokbokki juga tersedia dalam bentuk tusuk sate yang disebut Tteok kkochi.

Tteok kkochi ini umumnya digoreng daripada direbus, dengan saus yang sedikit berbeda. Ada banyak kombinasi tteokbokki yang beragam, termasuk tteokbokki kari, tteokbokki seafood, pasta tteokbokki, tteokbokki keju, tteokbokki ayam, dan berbagai variasi lainnya. Sangat ingin mencobanya bukan?

Fakta-fakta Menarik Rabboki

1. Rabokki adalah kombinasi dua bahan utama ramyeon dan toppoki

Ternyata, penamaan rabokki didasarkan pada bahan baku yang digunakan dalam proses pembuatannya. Lebih tepatnya, rabokki menggabungkan kata ramyeon dan tteokboki. Dengan kata lain, camilan ini adalah variasi dari hidangan tteokbokki yang diperkaya dengan mie instan khas Korea, yaitu ramyeon.

2. Rabokki bercitarasa pedas yang dipadukan dengan tekstur kenyal dari bahan-bahan utamanya.

Seperti halnya tteokbokki pada umumnya, rabokki menggabungkan tekstur kenyal dari bahan-bahan utamanya dengan sensasi pedas yang khas dari sausnya. Ini dikarenakan penggunaan gochujang (pasta cabai khas Korea) yang sangat terasa.

3. Rabokki tidak hanya kombinasi ramyeon dan toppoki saja, tetapi juga melibatkan bahan-bahan tambahan lainnya

Rabokki tidak hanya mengandalkan ramyeon dan tteokbokki, karena beberapa bahan tambahan juga sering ditambahkan sesuai dengan selera. Telur rebus dan eomuk (fish cake) adalah bahan tambahan yang umum digunakan. Selain itu, terkadang ada yang menambahkan keju leleh sebagai campuran untuk sausnya

4. Rabokki dibuat dari bahan-bahan yang mudah ditemukan dan melibatkan proses yang tidak terlalu rumit.

Proses pembuatan rabokki tergolong sederhana, dengan bahan-bahan yang umum dijumpai. Sesuai dengan namanya, bahan utamanya adalah ramyeon dan tteok (kue beras). Selanjutnya, berbagai bahan lainnya digunakan untuk menyusun saus, termasuk gochujang (pasta cabai khas Korea), gochugaru (bubuk cabai khas Korea), air, gula, garam, bawang putih, dan daun bawang.

5. Rabokki dinikmati ketika masih hangat dan termasuk jajaran jajanan street food di Korea.

Makanan ini sering dijual sebagai jajanan pinggir jalan di Korea, khususnya di bunsikjip (snack bars). Agar rasanya tetap maksimal, disarankan untuk menikmati rabokki ketika masih hangat.

Perbedaan  Rabboki dan Toppoki

Perbedaan antara keduanya terletak pada tambahan topping nya. Jika tteokbokki hanya mengandung kue beras. Sedangkan Rabokki, singkatan dari Ramen Tteokbokki, adalah varian tteokbokki yang dilengkapi dengan tambahan ramen atau mie instan.

Makanan ini sangat cocok dinikmati pada musim dingin sambil menonton Drakor (Drama Korea) atau untuk memuaskan selera, karena hidangan berkuah ini tentu saja cocok untuk menghangatkan malam yang dingin.

Tidak hanya itu, Rabokki dapat disajikan dengan taburan keju mozzarella bagi pecinta keju, memberikan variasi rasa yang lebih kaya. Apalagi, di era saat ini, Rabokki mudah ditemukan karena banyak yang dikemas secara instan. Menikmati mangkuk Rabokki pasti akan membuatmu kenyang dan ketagihan.

Baca Juga: Wisata Anak di Malang

Resep Mudah Rabboki

Rabboki juga dapat Anda buat di rumah, dengan membeli bahan-bahannya di Piata Camilan. Bagaimana caranya, simak berikut ini!

Bahan yang dibutuhkan:

  • 1/2 wortel diiris serong
  • 1/2 bawang bombay juga diiris tipis
  • 1/2 pon kue beras
  • 1 lembar kue ikan Korea datar besar ( odengatau oh mook) di potong kotak atau persegi panjang
  • Sekitar 3 gelas air
  • 1 sendok teh kecap asin
  • 4 sendok makan kochujang,
  • pasta cabai merah 1 1/2 sendok makan gula pasir
  • satu bungkus mie instan Korea merk Shin Ramen yang tersedia di Piata Camilan, mie dipecah menjadi beberapa bagian; dua daun bawang, diiris menjadi kepingan sepanjang satu inci.
  • Opsional: telur rebus, diiris menjadi dua.

Langkah pembuatan:

  • Siapkan semua bahan yang diperlukan.
  • Tumis bawang bombay dan wortel dalam panci atau wajan besar dengan sedikit minyak selama 3 hingga 4 menit dengan api sedang-besar.
  • Tambahkan kue beras dan kue ikan, lalu tuangkan air dan nyalakan api.
  • Ketika sudah mendidih, kecilkan api dan tambahkan kecap, kochujang, dan gula.
  • Apabila saus telah mengental, masukkan mie ramen instan kering.
  • Aduk hingga mie matang, dan tambahkan sedikit air jika diperlukan.
  • Setelah mie matang, tambahkan daun bawang dan matikan api.
  • Jika diinginkan, tambahkan dengan potongan telur rebus. Sajikan.
  • Resep ini cukup untuk 4 porsi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja
Scroll to Top