Let's Chat

Tidak Hanya Satu, Makanan Pendamping Ramen Agar Cita Rasa Semakin Kuat

Makanan Pendamping Ramen – Ramen, pertama kali diperkenalkan di Jepang pada tahun 1910 oleh seorang koki China yang berinovasi dengan mengombinasikan kuah kaldu asin dan mi. Ketika mengunjungi restoran ramen, pastikan untuk memesan sajian mir ramen yang terdiri dari mi khas Jepang, kuah kaldu, dan berbagai pendamping khas ramen.

Meskipun disebut sebagai restoran ramen, kedai ramen biasanya tidak hanya menyediakan menu ramen saja. Terdapat beberapa hidangan pendamping yang cocok dinikmati bersama ramen. Beberapa nama hidangan khas Jepang mungkin sudah akrab di telinga masyarakat Indonesia, seperti karaage yang biasa dinikmati sebagai lauk atau camilan.

Agar pengalaman menyantap ramen semakin lezat, berikut sebelas rekomendasi makanan pendamping saat menyantap ramen di restoran ramen yang sebaiknya kamu pesan. Apa saja?

Daftar Makanan Pendamping Ramen

Tea Egg

Tea egg, yang dikenal sebagai telur pindang di Indonesia, ternyata merupakan camilan khas China yang cukup terkenal di Jepang. Bahkan, telur teh sering dijadikan hidangan pendamping yang penting saat menyantap ramen.

Proses pembuatan tea egg umumnya dengan melakukan perebusan telur terlebih dahulu, kemudian cangkangnya dipatahkan, dan telur direbus kembali dalam campuran teh, kecap, serta rempah-rempah. Untuk mencapai rasa, warna, dan aroma yang khas, tea egg biasanya dimasak dalam waktu yang cukup lama.

Gyoza

Nampaknya, gyoza adalah pendamping yang sangat cocok untuk dinikmati bersama ramen. Setiap kali mengunjungi restoran ramen, gyoza menjadi pilihan side dish yang tidak boleh dilewatkan.

Berbeda dengan dimsum, gyoza memiliki lapisan luar yang lebih tipis dan isian yang lebih halus. Di sisi lain, dimsum cenderung memiliki tekstur yang kasar dan rasa yang lebih intens.

Gyoza adalah jenis pangsit yang biasanya diisi dengan daging babi, ayam, atau udang cincang, dan dicampur dengan berbagai jenis sayuran. Di restoran ramen, terdapat dua pilihan gyoza sesuai selera, yaitu kukus dan goreng.

Edamame

Mungkin belum diketahui banyak orang, tetapi edamame merupakan kacang kedelai yang masih muda dan telah terbukti sebagai sumber nutrisi yang kaya dan sering digunakan dalam berbagai hidangan Asia.

Edamame adalah kacang kedelai muda yang masih berada dalam polong, berwarna hijau, dan memiliki rasa yang manis. Biasanya, edamame dimakan sebagai camilan, baik direbus dalam air garam atau dipanggang.

Meskipun tidak memerlukan banyak bumbu, rasanya tetap nikmat bahkan ketika disajikan dengan cara yang sederhana. Di restoran ramen, edamame disajikan dengan taburan garam, bubuk bawang putih, bubuk cabai, dan perasan jeruk nipis segar.
salad mentimun
Walaupun mungkin kurang dikenal, ternyata ramen juga sesuai dinikmati bersama hidangan yang memiliki cita rasa segar. Contohnya, kombinasi ramen dengan salad mentimun dan cabai.

Mentimun umumnya dipotong tipis menyerupai pita, lalu diberi cuka anggur putih dan didiamkan sejenak agar meresap. Pada akhirnya, acar mentimun dilengkapi dengan taburan potongan cabai merah dan biji wijen.

Salad Kentang

Bukan hanya Korea Selatan, ternyata Jepang juga memiliki beragam hidangan pendamping yang segar dan ringan. Jika Anda menyukai kentang, sebaiknya memesan salad kentang untuk dinikmati bersama ramen.

Kuah kaldu ramen yang kaya rasa dan gurih memang sangat cocok dipadukan dengan hidangan yang memberikan kesan menyegarkan. Salad ini tidak hanya berisi kentang, tetapi juga wortel, mentimun, dan bawang merah yang menambahkan kelezatan dengan tekstur renyah.

Yakitori

Sate khas Jepang, yakitori, sering kali disamakan dengan atau bahkan disebut sebagai sate ayam, meskipun pengolahan dan bumbunya berbeda.

Yakitori umumnya terdiri dari daging ayam, potongan daun bawang, dan jamur. Daging ayam di potong kecil seukuran gigitan, ditusuk dengan tusukan bambu, dan dipanggang menggunakan arang atau gas.

Setelah dibakar, yakitori dicelupkan ke dalam saus yang terbuat dari kecap asin, mirin, arak, dan gula. Meskipun ada pula yakitori yang disajikan secara sederhana hanya dengan taburan garam.

Donburi

Meskipun banyak orang lebih memilih donburi sebagai hidangan utama, ada yang memilih hidangan ikan ini sebagai pendamping ramen. Donburi adalah sajian khas Jepang yang terdiri dari nasi putih yang disajikan dalam mangkuk dengan berbagai lauk matang atau mentah di atasnya, seperti ikan, daging, dan sayuran.

Agar tidak terlalu kering, donburi biasanya disertai dengan kuah dashi yang dicampur dengan kecap asin dan mirin. Dashi adalah kaldu yang digunakan dalam berbagai masakan Jepang, terbuat dari kombu dan ikan cakalang yang diawetkan.

Karaage

Jika belum familiar, istilah karaage merujuk pada metode memasak ala Jepang di mana bahan makanan yang digoreng sepenuhnya terendam dalam minyak goreng. Meskipun, dalam kebanyakan pembuatannya karaage lebih sering menggunakan daging ayam.

Potongan daging ayam akan diolah dengan bumbu mirin atau saus rendaman yang terdiri dari kecap asin, bawang putih, dan jahe. Selanjutnya, daging tersebut akan dilapisi dengan tepung terigu sebelum digoreng. Karage umumnya disajikan dengan irisan lemon untuk diperas dan daun selada.

Chashu

Pada beberapa varian ramen, chashu umumnya hadir sebagai bagian dari hidangan, disajikan bersama berbagai topping lainnya. Meski begitu, ada orang yang merasa kurang puas hanya dengan menikmati satu atau dua potong chashu yang terdapat dalam mangkuk ramen.

Bagi yang belum tahu, chashu adalah potongan daging perut babi yang direbus, memiliki tekstur lembut dan meleleh di mulut. Kamu juga bisa memesannya secara terpisah di sejumlah restoran ramen. Di versi Tiongkok, chashu dikenal sebagai char siu yang biasanya direndam dalam campuran kecap asin, madu, dan anggur beras.

Takuan

Takuan, atau acar khas Jepang, dibuat dari lobak daikon yang memiliki tekstur renyah dan rasa manis. Di Korea Selatan, takuan dikenal sebagai danmuji. Di Jepang, takuan menjadi hidangan pendamping yang penting di meja makan.

Lobak daikon umumnya direndam dalam larutan fermentasi yang terdiri dari kunyit, cuka beras, gula, garam, dan air selama beberapa hari. Setelah proses fermentasi selesai, lobak daikon biasanya berubah menjadi warna kuning dengan sedikit rasa pedas.

Baca Juga: Rabboki Jajanan Korea

Fukujinzuke

Fukujinzuke, sebuah acar sayuran ala Jepang, merupakan hidangan wajib di meja makan dan sering dihidangkan sebagai lauk. Karakteristik khusus acar ini mencakup proses pengawetan, di mana sayuran diasinkan dalam campuran kecap asin, cuka beras, dan gula.

Nama “fukujinzuke” berasal dari istilah yang merujuk pada Tujuh Dewa Keberuntungan, sehingga acar ini tradisionalnya mengandung tujuh bahan berbeda. Namun, seiring berjalannya waktu, tradisi ini mulai mengikuti perkembangan zaman.

Saat menikmati ramen, rasanya kurang lengkap tanpa hidangan pendamping yang lezat, gurih, dan menyegarkan, seperti yakitori dan takuan.

Meskipun demikian, tidak semua restoran ramen menyajikan sejumlah hidangan pendamping tersebut. Oleh karena itu, kamu dapat membuatnya sendiri di rumah atau membeli versi instan untuk dinikmati bersama ramen favoritmu.

Nah di Malang Anda bisa menikmati mie ramen instan dengan konsep self service di Piata Camilan, yang terletak di lantai tiga Mall Olympic. Piata Camilan menciptakan suasana menarik untuk menikmati berbagai makanan khas Jepang seperti mie Ramen yang lezat. dan tidak hanya itu, Anda juga dapat mencoba toppoki dan Rabboki dan jajanan-jajanan Korea lainnya. Jangan khawatir tentang harganya, karena makanan khas ini tersedia dengan harga yang terjangkau, dimulai dari tiga ribuan untuk gyoza, fish stick, dan lainnya, serta Toppoki dan Rabboki yang hanya 25.000 per porsinya. Selamat menikmati!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja
Scroll to Top