Let's Chat
Camilan tradisional Indonesia

Camilan Tradisional Indonesia yang Tak Terlupakan, Tetap Eksis

Camilan Tradisional Indonesia – Indonesia terkenal bukan hanya karena memiliki banyak pulau, tetapi juga karena memiliki beragam masakan khas yang tidak dapat ditemui di tempat lain di dunia.

Setiap wilayah di Indonesia memiliki hidangan pembuka, hidangan utama, hidangan penutup, serta minuman yang khas.

Tak hanya itu, ada juga berbagai camilan tradisional yang dapat membangkitkan kenangan masa kecil. Kami telah merangkum 12 camilan tradisional khas di Indonesia yang tak terlupakan dan tetap eksis dicintai oleh masyarakat. Apa saja camilannya? Berikut adalah daftarnya.

Daftar 12 Camilan Tradisional Indonesia

Cireng

Sesuai dengan komposisinya, cireng terbuat dari tepung kanji yang kemudian digoreng. Camilan tradisional ini berasal dari Jawa Barat.
Awalnya, cireng hanya disajikan dengan bumbu kacang sebagai pengiring atau isiannya, namun sekarang telah mengalami perkembangan. Cireng kini hadir dengan variasi berbagai isian seperti sosis, kornet, keju, ayam pedas, dan variasi lainnya.

Leker

Anak-anak masa kini bisa menikmati crepes, tetapi di zaman kita dulu, kita memiliki kue leker yang sama lezatnya. Meskipun secara penampilan mirip dengan crepes yang dijual di pusat perbelanjaan, namun kue leker memiliki ukuran yang lebih kecil.
Dalam hal rasa, tentunya kue leker tidak kalah enak. Saat ini, kue leker memiliki beragam pilihan rasa. Teksturnya yang garing selalu menghadirkan kenangan manis dari masa sekolah.

Cilok

Tidak sama dengan cireng yang merupakan adonan tepung kanji yang digoreng, cilok merupakan adonan tepung kanji yang dicolok atau ditusuk sebelum disajikan. Camilan tradisional ini juga berasal dari daerah Sunda.
Seperti halnya cireng, cilok juga dulunya disajikan dengan saus kacang. Namun, saat ini cilok telah mengalami penampilan yang lebih modern.
Cilok saat ini hadir dengan berbagai variasi isian, seperti daging atau keju. Ragam sausnya pun semakin beragam.

Arum Manis / Rambut Nenek

Camilan kampung ini pasti membawa ingatan, pada kunjungan ke pasar malam saat masih kecil, bukan? Arum manis selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari suasana pasar malam.

Kembang gulali, gulali kapas, atau arum manis tetap menjadi favorit di antara banyak orang. Makanan ini adalah camilan berbasis gula yang tetap populer seiring berjalannya waktu dan tidak pernah kehilangan penggemarnya. Dari anak-anak hingga orang dewasa, banyak yang sulit untuk menolak pesona arum manis atau kembang gula yang sangat menggoda. Di beberapa tempat, variasi arum manis terus berkembang, termasuk dalam hal varian rasa.Dalam bahasa Inggris, camilan ini dikenal dengan sebutan cotton candy, candy floss, atau fairy floss.

Tahu Gejrot

Tahu gejrot merupakan salah satu camilan tradisional khas dari Cirebon yang sangat populer. Hidangan ini seringkali menjadi camilan khas yang mudah ditemui, bahkan sering dijajakan oleh banyak pedagang keliling. Keunikan rasanya dan harganya yang sangat terjangkau menjadikan hidangan ini diminati oleh banyak orang.

Asal nama tahu gejrot berasal dari praktik penjual tahu yang menuangkan air gula merah ke dalam sebuah botol, lalu menata semua bahan di atas piring gerabah untuk menghaluskannya.

Kembang Goyang

Kembang Goyang, camilan khas yang dikenal oleh penduduk Betawi. Camilan ini memiliki tekstur yang renyah dan tersedia dalam dua varian rasa, yaitu manis dan asin.
Camilan ini hampir selalu ada di toples kaca di rumah-rumah orang Betawi, siap disuguhkan kepada tamu yang datang berkunjung.

Rengginang

Dari penampilannya, cemilan ini terlihat seperti kerupuk tetapi dalam ukuran yang lebih kecil. Cemilan ini dikenal sebagai rengginang, terbuat dari beras ketan yang telah dikeringkan, memberikan cita rasa gurih yang renyah saat dimakan.

Biasanya, sebelum proses penggorengan, beras ketan akan dikeringkan di bawah sinar matahari. Proses pembuatan rengginang berbeda dengan kerupuk yang umumnya terbuat dari campuran tepung tapioka yang dihaluskan, karena rengginang dibuat dari butiran-butiran nasi yang langsung digoreng.

Di Jawa Tengah, terdapat camilan yang mirip dengan rengginang yang disebut intip. Perbedaannya, intip memiliki ukuran yang lebih besar karena dipadatkan di atas dandang atau periuk penanak nasi.Rengginang sangat cocok dinikmati saat bersantai, terutama jika disajikan bersama dengan secangkir teh hangat. Menyantapnya dalam kondisi hangat akan meningkatkan kenikmatan cita rasa rengginang.

Serabi

Camilan kampung lain yang tak boleh terlewat adalah serabi. Di wilayah Jawa Barat, serabi dikenal dengan sebutan surabi.
Terdapat dua variasi serabi yang tersedia di pasaran, yakni yang memiliki cita rasa asin dengan oncom, serta varian manis dengan gula kinca.
Selain di Jawa Barat, Jawa Tengah juga memiliki jenis serabi. Serabi Notosuman di Solo adalah yang paling terkenal di sana. Serabi ini memiliki keunikan tersendiri dengan rasa yang hanya manis dan disajikan dalam bentuk gulungan.

Pukis

Pukis merupakan camilan khas Indonesia yang terbuat dari tepung terigu sebagai bahan utamanya.Dalam proses pembuatan kue pukis, penggunaan ragi diperlukan untuk memastikan adonan mengembang secara sempurna.

Kue pukis memiliki tampilan khas dengan bagian atasnya berwarna kuning dan bagian bawahnya cenderung kecokelatan.Kue basah ini memiliki cita rasa yang manis dan gurih.Untuk menambah nilai estetika dan rasa, bagian atas pukis sering dihias dengan taburan seperti kismis, keju, cokelat, sukade, kacang, atau meses.

Kue Pancong/Bandros

Kue pancong, yang sering disebut sebagai bandros di Jawa Barat, memiliki citarasa yang unik.
Aroma dan rasa kelapa yang khas sangat mendominasi dan sempurna bersatu dengan kelezatan santannya. Kue pancong ini paling nikmat dinikmati saat masih dalam keadaan hangat.

Baca Juga: Wisata Air Terjun Malang

Kue Cucur

Semua pasti mengenal kue cucur, kue berwarna cokelat dengan tekstur yang bertekstur ini memiliki cita rasa yang begitu menggoda. Aroma dan rasa gula merahnya begitu menggoda, terutama ketika baru matang.
Kue ini memiliki kemiripan bentuk dengan serabi, tetapi memiliki tekstur yang berbeda di bagian tengah dan pinggirnya.

Bagian tengahnya padat dan berserat, sedangkan bagian pinggirnya tipis dan renyah.
Itulah 12 camilan khas Indonesia. Pilihan favorit ada yang sudah terpilih?

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja
Scroll to Top