Let's Chat
Camilan Legendaris Malang

Lezatnya 11 Camilan Legendaris Malang Yang Ngangenin Ini Wajib Anda Coba

Camilan Legendaris Malang – Menikmati makanan legendaris khas Malang menjadi hal yang tak boleh terlewatkan bagi penggemar kuliner yang sedang berkunjung ke kota tersebut. Malang memang terkenal sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia, dengan beragam tempat wisata mulai dari alam, kekinian, edukatif, hingga kuliner yang dapat dinikmati.

Pia Cap Mangkok atau yang sering disebut bakpianya Malang, merupakan salah satu camilan legendaris khas dari kota Malang. Selain itu, terdapat pilihan lain seperti cwie mie, angsle, ronde, putu lanang, dan masih banyak lagi camilan lainnya. Makanan-makanan tersebut dapat memuaskan rasa lapar, yang juga cocok untuk dinikmati saat bersantai dan ingin ngemil.

Berikut adalah beberapa daftar camilan khas Malang yang dapat Anda dicoba!

Daftar 11 Camilan Khas Malang

Bakso Bakar

Jajanan tradisional khas Malang yang pertama adalah bakso bakar, yang telah menjadi ikon jajanan kaki lima di Malang yang digemari oleh anak-anak dan orang dewasa.

Bakso bakar terbuat dari bakso yang ditusuk, kemudian dilumuri dengan saus yang terdiri dari campuran kecap, margarin, dan sambal. Setelah itu, bakso bakar dipanggang hingga matang, menghasilkan aroma wangi yang menggoda. Anda dapat menikmati bakso bakar langsung atau menyantapnya dengan kuah.

Pia Cap Mangkok

Pia Cap Mangkok, camilan yang telah menjadi legenda di kota Malang, memiliki sejarah yang panjang sejak tahun 1959. Dengan ukuran yang cukup besar dan 8 pilihan rasa yang menarik, pia mangkok ini menjadi pilihan unik dibandingkan dengan bakpia Jogja yang biasanya lebih kecil.

Delapan varian rasanya mencakup kacang hijau, cokelat, keju, tangkwee, durian, kopi, nanas, dan green tea. Pia mangkok ini memiliki berbagai opsi kemasan, mulai dari isi lima hingga toples berisi 16 buah dengan desain yang unik. Daya tahan pia mangkok ini mencapai 2 minggu, menjadikannya pilihan ideal sebagai oleh-oleh dari Malang.

Anda dapat menemukan Toko Pia Mangkok di berbagai lokasi, salah satunya di Jalan. Semeru nomer 25, Klojen Malang. Harga pia khas Malang ini berkisar antara Rp18.000,00 hingga Rp40.000,00.

Putu lanang

Putu lanang, sebagai jajanan tradisional khas Malang, dapat dinikmati sebagai alternatif lain. Jajanan ini termasuk dalam kategori kaki lima dan jajanan malam, karena biasanya dijual mulai dari sore hingga malam.

Kehadiran putu lanang telah tercatat sejak tahun 1930-an, dan hingga kini, masih dapat ditemui dengan mudah di gerobak pinggir jalan atau berkeliling. Terbuat dari tepung beras, putu lanang diisi dengan gula merah dan kemudian dikukus hingga matang.

Ketan Bubuk

Selanjutnya, terdapat ketan bubuk yang memiliki cita rasa unik dan berbeda, terutama karena adanya taburan kacang kedelai bubuk di atasnya. Ketan bubuk merupakan jajanan tradisional khas Malang yang terbuat dari beras ketan yang dimasak dengan santan dan sedikit garam.

Setelah matang, ketan ini akan diberi taburan kelapa parut dan di atasnya disajikan dengan bubuk kacang kedelai. Rasanya sangat gurih, asin, dan terdapat sentuhan manis dari kelapa parut.

Angsle

Angsle, camilan legendaris khas Malang, sering dinikmati di malam hari karena disajikan dalam keadaan hangat, cocok diminum untuk menghangatkan tubuh.

Dibuat dari berbagai bahan campuran seperti putu mayang, mutiara, kacang hijau, ketan putih kukus, tape singkong, kacang tanah, dan potongan kotak roti tawar. Setelah semua bahan disusun di mangkuk, kuahnya dituangkan. Kuah ini terbuat dari santan kelapa yang dimasak dengan jahe, daun pandan, gula pasir, dan sedikit garam.

Mendol

Mendol, sebagai camilan legendaris khas Malang, merupakan pilihan jajanan yang cocok disantap pada sore hari. Mendol dengan mudah ditemui, baik di rumah makan maupun di tukang gorengan di pinggir jalan.

Proses pembuatan mendol dimulai dengan melumatkan tempe hingga halus, kemudian dicampur dengan beragam bumbu rempah. Adonan ini dibentuk menjadi lonjong seukuran kepalan tangan dan didiamkan sebentar agar memadat. Selanjutnya, mendol digoreng hingga matang.

Menjes

Menjes, olahan kedelai yang terbuat dari kedelai hitam atau ampas tempe, sering dianggap serupa dengan tempe gembus yang dikenal di Jawa Tengah.

Di wilayah Malang, terdapat dua varian menjes, yakni menjes kacang yang memiliki tekstur kasar, dan menjes gombal yang memiliki tekstur halus. Proses pengolahan menjes melalui proses penggorengan dengan tepung, dan biasanya disantap bersama cabai rawit.

Ronde Titoni

Bertempat di wilayah Titoni, dekat Pasar Besar, perjalanan ronde ini dimulai dengan seorang bapak yang membawa dagangannya. Seiring berjalannya waktu, dagangan tersebut sangat diminati dan kini menjadi salah satu legenda di Malang.

Meskipun ronde sebenarnya bukan hidangan khas Malang, Ronde Titoni dikenal lezat dan menawarkan varian ronde kering yang unik. Berbeda dengan ronde basah yang disajikan dengan kuah jahe panas, ronde kering terdiri dari bulatan adonan tepung beras yang dilumuri potongan kacang dan gula.

Pangsit Cwimie

Jika Anda berjalan-jalan di pusat kota Malang, nikmatilah pengalaman mencicipi lunpia khas Hok Lay. Serta, jangan lewatkan Pangsit Cwimie dengan pangsit yang renyah, daging ayam, bawang goreng, dan daun bawang.

Sebagai penutup, cobalah minuman Fosco, sebuah resep kuno dari era Belanda yang disajikan dalam botol Coca Cola, mengandung campuran cokelat dan susu yang kental.

Pukis Hollywood

Salah satu penjual kue pukis yang terkenal adalah Pukis dan Terang Bulan Hollywood yang telah beroperasi sejak dekade 1980-an. Dalam hampir empat puluh tahun perjalanannya, kualitas kue pukis dan terang bulan yang mereka sajikan tetap konsisten dan tidak pernah mengecewakan.

Uniknya, kue pukis di sini memiliki tekstur luar yang kering dan renyah, namun tetap lembut di bagian dalamnya. Ketika Anda memilih rasa tertentu, akan ada kejutan menarik saat menggigit bagian tengahnya.

Disediakan dalam berbagai varian rasa, termasuk selai nanas, selai strawberry, keju, dan coklat. Harga satu potongnya berkisar Rp 4.000 untuk pukis biasa dan Rp 5.000 untuk pukis spesial.

Baca Juga: Cafe Aesthetic di Malang

Toko Kue Madjoe

Toko ini menawarkan aneka kue kering klasik seperti kue mawar, speculaas, krantjes, cokelat kenari, lidah kucing, semprit, dan lainnya. Kue-kue tersebut disajikan dalam toples kaca kuno yang ditempatkan di rak kayu.

Berkunjung ke toko ini akan membawa nostalgia dan kenyamanan layaknya berada di rumah nenek. Selain itu, kue yang dijual di Toko Madjoe memiliki cita rasa yang tidak dapat dibandingkan dengan kue masa kini karena menggunakan resep yang tetap sama sejak toko pertama kali dibuka pada tahun 1930.

Meskipun harganya sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan pasar umum, setiap ons kue dijual dengan harga Rp 15 ribu. Kelezatan rasanya sebanding dengan harganya.

Itulah beberapa camilan legendaris khas Malang yang sebaiknya Anda coba, terutama saat mengunjungi kota Malang. Dari semua pilihan camilan legendaris tersebut, adakah yang paling mengundang selera Anda?

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja
Scroll to Top