Let's Chat
Tteokbokki

Tteokbokki, Camilan Khas Korea Yang Populer

Tteokbokki – Jika sering menonton drama Korea, tentunya kamu mengenal camilan khas Korea yang populer ini, yaitu tteokbokki. Tteokbokki sering disajikan dengan saus gochujang yang memiliki rasa pedas manis dan warna merah yang menggugah selera.

Bagi kamu yang suka dengan tteokbokki atau yang baru akan mencoba mencicipi camilan khas Korea ini, simak ulasan dan fakta-fakta menarik tentang tteokbokki berikut ini.

Mengenal Tteokbokki

Tteokbokki adalah makanan khas Korea yang sangat populer di kalangan masyarakatnya. Makanan ini terbuat dari tteok, yang merupakan sejenis kue beras yang dipotong-potong menjadi bentuk silinder atau oval, dan saus pedas yang biasanya terbuat dari gochujang (pasta cabai Korea), serta bahan tambahan seperti irisan wortel, kubis, dan bahan lainnya. Rasanya pedas manis yang khas membuat tteokbokki menjadi favorit banyak orang, terutama di kalangan anak muda.

Di Korea, makanan ini bisa ditemui di berbagai tempat mulai dari restoran khusus tteokbokki hingga gerobak penjaja makanan di pinggir jalan. Banyak orang menikmati tteokbokki sebagai camilan saat berjalan-jalan atau sebagai hidangan utama di meja makan. Tteokbokki juga sering dijual dalam bentuk makanan cepat saji di restoran-restoran cepat saji.

Meskipun tteokbokki tradisional terbuat dari bahan-bahan sederhana, namun variasi resepnya pun sangat banyak. Beberapa orang menambahkan bahan tambahan seperti sosis, keju, atau seafood untuk menambah rasa dan tekstur. Makanan ini telah menjadi bagian penting dari budaya kuliner Korea dan menjadi makanan yang disukai oleh banyak orang di seluruh dunia.

Sejarah Tteokbokki

Tteokbokki memiliki sejarah yang panjang dan bermula dari masa Dinasti Joseon di Korea. Pada awalnya, hidangan ini disebut gungjung tteokbokki dan merupakan hidangan istana yang dimakan oleh keluarga kerajaan. Tidak seperti versi modernnya yang pedas, tteokbokki zaman dulu disajikan dengan saus kedelai manis.

Selama periode pasca-perang Korea, terjadi perubahan besar dalam hidangan ini. Seiring dengan peningkatan ketersediaan gochujang (pasta cabai Korea) dan harga yang terjangkau, makanan ini mulai diubah menjadi hidangan pedas yang lebih dikenal saat ini. Kemudian, tteokbokki menjadi sangat populer di kalangan masyarakat umum, terutama di kalangan anak muda dan pelajar.

Seiring berjalannya waktu, makanan ini terus mengalami perkembangan dan variasi dalam bahan tambahan dan cara penyajian. Hari ini, tteokbokki dapat ditemukan di seluruh Korea, baik di restoran khusus maupun di gerobak penjaja makanan di pinggir jalan. Makanan ini juga telah menyebar ke berbagai belahan dunia dan menjadi salah satu makanan Korea yang paling terkenal secara global.

Termasuk di Indonesia, makanan ini selalu mendapatkan tempat sebagai menu andalan yang harus dicoba diberbagai tempat makam favorit. Salah satu tempat terbaik untuk mencicipi camilan khas Korea ini adalah di Piata Camilan, sebuah tempat jajanan yang menghadirkan beragam hidangan populer khas Korea, termasuk tteokbokki ini.

Tepat di lantai tiga Mall Olympic Garden Malang, Piata Camilan menghadir tteokbokki dan jajanan khas Korea lainnya, seperti rabboki, Odeng, hingga mie ramen dengan konsep self service yang uni. Tidak perlu khawatir dengan harganya, yaitu dibanderol dengan harga Rp.25.000 kamu dapat menikmati seporsi tteokbokki yang lezat.

Beberapa Jenis Olahan Tteokbokki

Tapi, tau nggak sih, sebenernya ada banyak macam tteokpokki yang bisa kita kenal. Ayo, kita lihat berbagai jenis olahan tteokpokki di bawah ini!

Rapokki

Jenis olahan tteokpokki yang pertama adalah rapokki. Rapokki ini merupakan gabungan antara tteokpokki dan ramyun, sehingga dinamakan rapokki atau tteokpokki ramyun. Dalam kuliner ini, kita bisa menikmati dua makanan khas Korea sekaligus, yakni ramyun dan tteokpokki.

Bagi para penggemar ramyun, rapokki ini patut dicoba karena rasanya lebih kaya dan sedikit lebih pedas berkat tambahan bumbu ramyun di dalamnya. Biasanya, untuk menyempurnakan rasanya, rapokki disajikan dengan telur rebus di atasnya.

Tteokkochi

Olahan tteokpokki selanjutnya adalah tteokkochi. Tampilannya pun unik karena tteok dipotong kecil-kecil lalu ditusuk dengan tusuk sate. Tteokkochi terbuat dari tteok yang digoreng kemudian ditusuk dengan bambu dan dilapisi dengan bumbu tteokpokki sebelum dibakar atau dimasak lagi di atas wajan. Teksturnya garing di luar tapi lembut dan kenyal di dalamnya. Rasanya sedikit lebih manis karena diberi sirup jagung sehingga ketika dibakar, akan terbentuk lapisan karamel.

Gungjung Tteokbokki

Salah satu varian tteokbokki yang jarang ditemui di Indonesia adalah gungjung tteokbokki, yang merupakan versi klasik dari hidangan ini. Gungjung tteokbokki awalnya disajikan di istana kerajaan Korea, sehingga sering disebut sebagai tteokbokki kerajaan. Berbeda dengan tteokbokki biasa yang berwarna merah, gungjung tteokbokki memiliki penampilan yang berbeda karena pada masa kerajaan Korea belum ditemukan gochujang, sehingga bumbunya terdiri dari kecap asin, madu, dan minyak wijen.

Selain itu, gungjung tteokbokki juga kaya akan campuran sayuran seperti jamur, wortel, dan mentimun. Citarasa gungjung tteokbokki lebih condong ke arah gurih dan asin daripada pedas. Bagi yang tidak terlalu menyukai makanan pedas, gungjung tteokbokki bisa menjadi pilihan yang cocok karena rasanya yang lebih netral.

Cheese Tteokpokki

Beberapa tahun belakangan, cheese tteokpokki menjadi tren di kalangan anak muda Korea. Cheese tteokpokki sebenarnya adalah tteokpokki biasa yang diberi tambahan keju, bisa berupa keju mozarella, cheddar, atau parmesan, walaupun keju mozarella yang paling sering digunakan.

Meskipun hanya ditambahkan satu bahan, kehadiran keju membuat cita rasa tteokpokki menjadi lebih kaya dengan rasa gurih dan asin yang khas. Teksturnya juga lebih lembut, terutama ketika keju mozarella meleleh.

Spicy Carbonara Tteokpokki

Olahan tteokpokki terbaru yang tengah populer adalah spicy carbonara tteokpokki, yang menggabungkan cita rasa Korea dan Italia melalui paduan tteokpokki dan saus carbonara. Cara pembuatannya mirip dengan pasta carbonara, hanya saja pasta diganti dengan tteokpokki dan ditambahkan gochujang untuk memberi rasa pedas. Teksturnya creamy berkat campuran krim, susu, dan keju di dalamnya.

Tteokguk

Kali ini, tteok tidak disajikan dengan bumbu pedas dan berwarna merah seperti tteokbokki, tetapi disiapkan dalam kuah kental yang gurih. Tteokguk adalah sup yang berisi tteok, daun bawang, dan beberapa topping seperti telur, rumput laut kering, atau irisan cabai merah.

Rasanya sangat gurih dan pas dengan tekstur kenyal tteok. Tteokguk sangat nikmat disantap saat cuaca sedang hujan.

Baca Juga: Rekomendasi Snack Import Jepang, Ada Choco Pie Hingga Chocobi

Jajang Tteokbokki

Berbeda dengan tteokbokki biasanya yang memiliki warna oranye atau merah dengan rasa pedas yang mendominasi, jajang tteokbokki menawarkan pengalaman yang berbeda. Meskipun bentuknya mirip dengan tteokbokki biasa, namun bumbunya terbuat dari bumbu jajangmyeon yang berwarna hitam pekat dan memiliki cita rasa manis dan gurih.

Umumnya, jajang tteokbokki diisi dengan potongan daging dan acar untuk memberikan kesegaran dan tekstur yang renyah. Rasanya didominasi oleh kombinasi manis dan gurih dari daging serta kesegaran dari campuran acar.

Nah itulah ulasan mengenai tteokbokki, setiap jenisnya menawarkan rasa yang unik dengan kombinasi rasa dan tekstur yang berbeda-beda. Meskipun tteokbokki biasanya disajikan sebagai camilan, namun popularitasnya telah meluas hingga menjadi hidangan utama di banyak restoran Korea di seluruh dunia. Dan kamu pun bisa mencobanya di Piata Camilan MOG Malang.

Dari semua jenis tersebut, manakah yang paling sesuai dengan selera kamu dan mana yang mungkin akan sering kamu nikmati?

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja
Scroll to Top